Perda Tentang Larangan Truk Angkutan Masuk Dalam Kota Rantau Prapat Tidak Ada.

  • Whatsapp

Fhoto: truk angkutan barang masuk kekawasan kota Rantau Prapat.

CAKRA86.COM, LABUHANBATU – Peraturatan daerah ( Perda ) tentang larangan motor truk roda enam dan roda sepuluh yang memasuki kawasan kota Rantau Prapat, tidak belum ada disyahkan.

Larangan tersebut, hanya berupa surat himbauan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu dari Sekretariat daerah ( Sekdakab ) Labuhanbatu.

“Belum ada Perda kita yang mengatur tentang larangan motor truk angkutan barang mulai roda enam dan roda sepuluh ataupun angkutan motor sejenis Contiener memasuki kawasan kota Rantau Prapat tersebut. Tidak belum ada Perda nya yang melarang tersebut”, kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Bonaran Tambunan kepada awak media Cakra86.com, dikantornya, Selasa ( 6 / 7 / 2021).

Hal tersebut terkait, kerap kali masyarakat khususnya yang berdomisili dikawasan kota Rantau Prapat Labuhanbatu, resah serta mengeluh tentang motor motor truk angkutan barang roda enam dan roda sepuluh, masuk kedalam kawasan kota Rantau Prapat untuk melakukan bongkar muat barang. Sehingga, mengganggu pemakai jalan dalam kawasan Kota Rantau Prapat Kecamatan Rantau Utara Labuhanbatu. Dan, motor truk tersebut membongkar barang kegudang para Pengusaha warga “mata cipit”.

“Ia, Dinas Perhubungan sudah lama mengusulkan tentang Perda larang motor truk tersebut masuk dalam kawasan kota Rantau Prapat. Namun, sampai sejauh ini, belum ada realisasi Perda tersebut”, jelas ungkap Bonaran.

Bonaran mengatakan, bahwa larangan tersebut hanya sebatas surat Himbau pada tahun 2018 lalu dan massa itu Sekdakab Labuhanbatu adalah Ali Usman Harahap.

“Ada dahulu larangannya, sebatas surat Himbauan dari Sekdakab H Ali Usman Hatahap tahun 2018, tentang larang truk angkutan barang masuk kedalam kawasan kota Rantau Prapat”, katanya.

Namun, Kadis Perhubungan Labuhanbatu Bonaran menyingung bahwa tersandungnya realisasi untuk Penggodokan Perda dimaksud. Kendalanya adalah, tidak adanya anggaran untuk mensyahkan Perda tersebut.

“Tidak ada anggaran kita untuk Perda tersebut. Itukan memakai anggaran, itulah yang tidak ada”, bilangnya. (Mt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *