Penyidik Polsek Padang Bolak Polres Tapsel Endapkan Perkara Pembacokan Setahun Lebih Tak Berjalan

  • Whatsapp

Cakra86.com, Binjai Penyidik unit Sat-Reskrim Polsek Padang Bolak Polres Tapsel dalam waktu dekat ini akan dilaporkan ke DIVISI Profesi dan Pengamanan Polda Sumatra Utara terkait kasus perkara tindak pidana penganiayaan pembacokan yang sudah setahun lebih perkaranya disimpan alias jalan ditempat.

Data yang diperoleh Cakra86.com kalau Polsek Padang Bolak Polres Tapsel pada hari sabtu tanggal 15 Februari 2020 lalu telah menerima laporan pengaduan masyarakat sesuai dengan Tanda bukti laporan No.Pol:TBL/39/II/2020/TAPSEL/TPS.BOLAK/SUMUT tertanggal 15 Februari 2020 dalam kasus perkara penganiaaan ang dialami oleh korban Qhoidar.Siregar alias dargut (23).

Korban Qhoidar.Siregar alias dargut selaku pelapor dan melaporkan pelaku Berinisial Abd RH (58) yang telah membacok dirinya, namun hingga kini penyidik Polsek Padang Bolak sama sekali tidak pernah menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), sehingga kasus tersebut menuai pertanyakan yang terduga menyalahin Standard Oprating Procedure (SOP) yang ada.

Hal tersebut di jelaskan Lani Gustina Staf pendamping atau yang mewakili dari LAW OFFICE : LUKMANUL HAKIM, SH & ASSOCIATES yang berkedudukan di Jalan Setia Budi, No.39 B Medan untuk mendapingi korban Qhoidar.Siregar kepada Cakra86.com Selasa 30 Maret 2021 saat berada di Kota Binjai menjelaskan ,”dalam penaganan kasus tindak pidana penganiayaan pembacokan yang dilakukan oleh tersangka inisial Abd RH kepada korban Qhoidar.Siregar hingga kini proses penyidikan nya tidak jelas” Kata Lani Gustina.

Korban telah melaporkan secara resmi perkara tindak pidana tersebut ke Mapolsek Padang Bolak yang kejadian nya di perkebunan sawit Warga di Desa Rondaman,  Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), sementara itu selama perkara tersebut ditangani penyidik, kalau inisial Abd RH pelaku pembacokan tersebut terkesan kebal hukum.

Pelaku inisial Abd RH yang sudah dilaporkan bahkan sempat 2 bulan berdomisili di Desa Rondaman, namun Penyidik membiarkan pelaku yang akirnya melarikan diri ke Pontianak Kalimantan Barat untuk menghilangkan jejak dari perkara tersebut

Pada belakangan ini, setelah pelaku inisial Abd RH melarikan diri keluar pulau Sumatra, unit Reskrim Polsek Padang Bola Polres Tapsel malah menagkap Qhoidar.Siregar beberapa pekan lalu ketika berada di dengan tuduhan melakukan penganiayaan terhadap pelaku inisial Abd RH, sedangkan laporan pengaduan Qhoidar.Siregar hingga sampai saat ini tidak ditangapi alias jalan ditempat” Ujar Laini.

Qhoidar.Siregar selaku pelapor kasus penganiayaan pembacokan yang dilakukan oleh Abd RH ditankap Unit Reskrim Polsek Padang Bolak Siregar pada pertengahan Bulan Maret 2021 dan membawa nya ke Mapolsek Padang Bolak sesuai surat perintah membawa tersangka dengan Nomor : S.P.Bawa/03/II/2021/RESKRIM yang diperkirakan diterbitkan pada bulan Februari 2021 dan ditanda tangani oleh Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar, SH, MH.

,”bahwa kita menilai kinerja penyidik Reskrim Polsek Padang Bolak Polres Tapanuli Selatan disinyalir tidak sesuai SOP, yang mana penaganan perkara hingga setahun lebih prosesnya tidak Jelas, Kata Laini.

Padahal penyidik telah melakukan lidik dan penyelidikan serta mengukupulkan bukti-bukti dan keterangan, namun Qhoidar.Siregar pihak korban maupun keluarganya hingga sampai saat ini sama sekali tidak pernah menerima SP2HP dari penyidik.

Kronologis kejadian, sambung Laini lagi ,”bahwa pelaku  Abd RH setahun lalu pada tanggal 15 Februari 2020 bersoal dengan Amas Muda Siregar (ayah korban Qhoidar.Siregar-red) soal lahan kebun sawit, keduanya bertengkar, namun tiba-tiba pelaku  Abd RH menyerang Amas Muda Siregar dengan kelewang.

Kejadian itu dilihat oleh Qhoidar.Siregar kalau ayahnya dikejar pelaku dengan kelewang digengam,  Qhoidar.Siregar yang melihat ayahnya akan di bacok berupaya melerai, namun naas terjadi kalau pelaku malah menjadi sasaran korban pembacokan oleh Abd RH.

Qhoidar.Siregar mendapat 2 sabitan dari kelewang milik inisial Abd RH yang mengenai bahagian punggung dan perut, dalam kejadian saat itu dilihat 2 Orang anggota TNI bernama Agus Salim.Lubis dan Batara Harahap serta penjaga kebun Herman (38) dan istrinya Nurhandayani juga Amas Muda Siregar ayah korban.

Akibat luka bacok, korban langsung membuat laporan pengaduan ke Mapolsek Padang Bolak bersama Visum di Rumah Sakit Umum Aek Haruaya Gunung Tua atas petunjuk dari penyidik.

Ironisnya, hingga saat ini perkaranya tidak berjalan yang konon penyidik Reskrim Polsek Padang Bolak hingga kini tidak pernah menyampaikan hasil perkembangan Penyidikan kepada korban maupun keluarganya” Terang Lani.

Terkait kasus pembacokan pada Qhoidar.Siregar yang dilakukan inisial Abd RH, Kita selaku Kuasa Hukum korban sudah mempertanyakan persoalan ini langsung kepada Kapolsek AKP Zulfikar,SH,MH tentang perkembangan penyidikan bersama SP2HP yang sama sekali tidak pernah disampaikan kepada pelapor maupun keluarga korban.

Namun Kapolsek AKP Zulfikar,SH,MH dalam jawaban nya dengan gamblang mengatakan ,”Nanti Saya tanyakan persoalan ini kepada penyidiknya, selain itu dalam perkara ini kalau  pelaku inisial Abd RH kini berada jauh di Pontianak Kalimantan Barat, maka kasus perkara Qhoidar.Siregar yang dilaporkan melakukan tindak Pidana penganiayaan pada inisial Abd RH tidak akan berjalan sebelum pelapornya berada disini,” Ujar Laini lagi meniru penjelasan AKP Zulfikar,SH,MH.

Lani Gustina kuasa Hukum dari LAW OFFICE : LUKMANUL HAKIM, SH & ASSOCIATES akan melakukan pembelaan hak-hak terhadap klayenya Qhoidar.Siregar dan akan segera melaporkan pihak penyidik Polsek Gunung Tua ke DIVISI Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatra Utara yang terduga penaganan kasus perkara tindak pidana penganiayaan dengan pembacokan sebagai mana dimaksud dalam Pasal 351 KUHPidana yang setahun lebih berjalan tidak sesuai SOP dan hingga kini kasusnya masih jalan ditempat,” Tegas Laini.

Dalam penaganan kasus tidak pidana yang penaganan perkaranya setahun lebih jalan ditempat, Kapolsek Padang Bolak Polres Tapsel melalui Kanit Reskrim Ipda H.Anil D.Siregar, SH ketika dikonfirmasi Cakra86.com melalui pesan singkat WhatsApp telepon selulernya Selasa (30/3/2021) Sekira Pukul 18.11.Wib mengatakan ,”Iya, biar dicek dulu besok siapa penyidik nya, Trima kasih Informasinya,” papar Ipda H.Anil D.Siregar dengan gamblang. (Red/Dendi Pranata.P).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *