Pengelolaan Soal Sampah PD.Pasar Wali Kota Medan Harus Memberikan Perubahan Signifikan Potensi Pendapatan Daerah Kota Medan.

  • Whatsapp

Cakra86.com, Medan – Wali Kota Medan di era kepemimpinan Boby – Aulia, harus memberikan perubahan yang sangat signifikan, baik secara manajemen, penerimaan retribusi, pelayanan fasilitas pasar dan kesejahteraan karyawannya serta menghilangkan pandangan bahwa BUMD merupakan sapi perahan bagi kelompok atau Partai Politik (Parpol) tertentu.

Hal ini bisa dimulai dari proses rekrutmen tahap seleksi di jajaran Direksi PD. Pasar yang bebas dari pesanan, namun harus memiliki kriteria, pendidikan, wawasan, pengalaman serta track record yang baik dan juga bersih dari kasus yang memiliki potensi hukum.

Saran tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Sumut Institut, Osriel Limbong, kepada media, di Medan, Rabu (09/06), menanggapi pemberitaan soal PD. Pasar yang saat ini tengah diterpa badai masalah.

Kandidat Doktor Lingkungan Hidup USU ini, lebih gamblang mengatakan, PD. Pasar sudah saatnya mengelola sampah sendiri. Sebab, berdasarkan pengamatan, sampah yang dihasilkan pasar, 70 persen merupakan sampah organik yang dapat diproses cepat sebagai pakan ternak maupun pupuk organik dan juga bahan bakar gas atau biogas.

“Potensi ini sangat mendasar. Semuanya itu, pada akhirnya menambah pemasukan penghasilan PD. Pasar yang merupakan penerimaan resmi serta terukur dan dapat dipertanggung jawabkan. Salah satu contohnya, sektor retribusi sampah dikutip oleh PD. Pasar dari para pedagang. Sampah organik dikelola untuk pupuk organik dan pakan ternak, serta bahan bakar biogas yang semuanya itu dapat dikerjasamakan dalam MOU dengan pihak yang berorientasi profit dalam pengelolaan sampah berbahan organik,” jelasnya.

Terkait kerjasama kepada pihak lain atau ketiga, tambahnya, regulasinya ada diatur di Bab XI Pasal  44, Perda Kota Medan Nomor 12 Tahun 2014.

Ia meyakini bahwa Walikota Medan, memiliki potensi pemahaman ke arah itu, sebab menantu Presiden Jokowi itu merupakan alumni Institut Pertanian Bogor, yang merupakan cikal bakal munculnya Ilmu Pengelolaan Lingkungan (PSL).

Selain itu, imbuhnya lagi, Wali Kota Medan dapat mengundang mantan Dirut PD. Pasar seperti Benny Sihotang yang dinilainya punya kemampuan dalam pengelolaan finansial ketika menjabat di BUMD tersebut.

“Benny itu mantan orang perbankan dan pernah berada di PD. Pasar. Apalagi saat ini dia duduk sebagai anggota DPRD Sumut dari Partai Gerindra yang menjadi pengusung beliau bersama Aulia. Maka sangat memungkinkan bagi legislator tersebut untuk memberikan kontribusi pemikiran konstruktif untuk kemajuan PD. Pasar,” pungkasnya.(Sk).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *