Ketua LSM Meminta Masyarakat Kota Binjai Jangan Terpancing Profokasi Oknum Tak Bertanggung Jawab Soal Perjudian dan Maraknya Narkoba

  • Whatsapp

Cakra86.com, Binjai – Maraknya peredaran Narkoba serta berbagai jenis perjudian di sejumlah lokasi hiburan Kota Binjai yang belakangan ini terkuak dan santer di sejumlah Media Sosial dan juga media cetak mengundang pertanyakan besar dikalangan masyarakat, padahal praktik ilegal yang sudah berjalan cukup lama ini bahkan terkesan dibiarkan oleh pihak-pihak tertentu  dan hanya tutup mata.

Ironisnya pada belakangan ini adanya pihak tertentu yang muncul untuk tampil di depan dalam upaya pembrantasan perjudian dan perdaran narkoba di kota Binjai, dan bahkan mengajak aparat penegak Hukum serta Pemerintahan Kota binjai bersama sejumlah Ormas dan kelompok kepemudaan di Kota Binjai yang terduga hanya hanya sekedar kepentingan pribadi.

Padahal pihak tertentu tersebut selama ini jelas-jelas mendengar dan bahkan tidak tertutup kemungkinan juga melihat maraknya praktik perjudian dan peredaran Narkoba di Kota Binjai, namun hanya diam membisu dan sama sekali tidak pernah melakukan aksi apapun.

Sementara, bilamana Oknum tertentu tersebut yang kini bersuara mendengung kan soal maraknya perjudian dan maraknya peredaran Narkoba di Kota Binjai, diyakinkan usaha ilegal yang kini marak di Kota Binjai dalam kasus perjudian dan peredaran Narkoba tidak menjadi peringkat kedua di Sumut sesuai pemberitaan yang dilangsir di salah satu Medsos.

Hal tersebut mendapat tangapan dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara Pembaharuan Nasional (LSM Penjara PN) Kota Binjai Ahmad Zulfikar ketika bertemu di Lesehan taman masakan jawa Keraton di Jalan Medan-Binjai, Km 11,5 Medan Sunggal Sabtu (27/03/2021) Sekira Pukul 14,15.Wib dan mengatakan .”Kami dari LSM Penjara PN Kota Binjai, bahwa untuk menaggapi pemberantasan perjudian dan perdaran Narkoba, khususnya di Kota Binjai mendukung program kerja pihak Kepolisan dan juga Pemerintah untuk memberantas bisnis ilegal yang melanggar hukun tersebut,” Kata Zulfikar.

“Dan ini tentunya kita beri kepercaya penuh kepada penegak Hukum khususnya, baik Kepolisian dan pihak BNN Kota Binjai, dan disni kita inginkan Kota Binjai tetap kondusif, jangan sampai ada keributan yang di pancing oleh pihak tertentu untuk memanfaatkan stuasi ini” Katanya.

Dan artinya Kita masyarakat Kota Binjai harus memahami keadaan saat ini dan jangan sampai terjadi gesekan hingga nantinya suasan Kota Binjai tidak kondusif, memberikan kepercayaan penuh kepada Pemerintahan setempat bersama pihak Penegak Hukum dari Kepolisian untuk menindak tegas maraknya perjudian dan maraknya peredaran Narkoba di Kota Binjai.

Ditambahkan Zulfikar lagi ,”sementara untuk penutupan tempat hiburan yang ada di Kota Binjai yang dituding dijadikan tempat perjudian dan maraknya peredaran Narkoba, dan kita melihat untuk penutupan tempat hiburan tadi, tergantung kita melihat dari sistem kita melihatnya dari mana, artinya kalau dari sistem ekonomi sendiri itu baik untuk daerah-daerah yang mempunyai tempat hiburan, tetapi yang selama ini kita ketahui disalah gunakan oleh sejumlah penyedia tempat jasa hiburan maupun pendatang ataupun masyarakat yang mengunakan tempat jasa hiburan tersebut.

Jadi ini kembali kepada diri masing-masing, maka ada sisi baiknya dan juga sisi buruknya, dan jangan kita melihat tempat jasa hiburan tadi dari sisi buruknya saja, tetapi tempat jasa hiburan yang pasti memiliki perijinan yang juga membangun ekonomi di suatu daerah ,”Ujarnya.

Dalam hal ini Zulfikar juga menghimbau kepada masyarakat harus sama-sama memiliki jiwa untuk memerangi perjudian dan Narkoba, dan bagaimana pun bilamana pihak penegak hukum berjalan sendiri dan masyarakat juga tidak memerangi perjudian dan peredaran narkoba bukan artinya harus bertidak sendiri, dan yang bertindak dalam hal ini adalah pihak Kepolisian sebagai penegak hukum, tetapi masyarakat harus bertindak menarik diri sendiri untuk tidak terlibat dalam perjudian dan Narkoba,” Jelas  Zulfikar.

Sementara itu Jaspen Pardede selaku Ketua LSM Peduli Politik Pemerintahan dan Hukum (P3H) Sumut menjelaskan ,”bahwa adanya lokasi usaha jasa hiburan yang diluar Kota Binjai, yang salah satunya masuk di daerah Wilayah Pemerintahan Kab Deliserdang yang berbatasan dengan Kota Binjai dan masuk wilayah Hukum Poltabes Medan,” Kata Jaspen.

“Jadi kita masyarakat Kota Binjai jangan sampai terprofokasi dan terpancing kepada Oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi se-seorang tentang hal tersebut, sebab yang Saya lihat perkembangan di Media Cetak dan media Sosial terkait perjudian dan peredaran narkoba di Kota Binjai itu sudah terlalu jauh Kita melangkah hingga ke daerah wilayah bukan Kota Binjai yang bisa menjadi Kota Binjai akan  tidak kondusif,” Ungkap nya.(Red/Dendi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *